banner 728x250

Sulap Limbah Ikan Jadi Pakan Ternak, UMKM Desa Karangsuko Trenggalek Resmi Naik Kelas Jadi IKM Hijau

banner 120x600
banner 468x60

Trenggalek,Reportaseindonesia.net– Inovasi berbasis lingkungan membawa pelaku usaha lokal di Desa Karangsuko Trenggalek mencapai level baru. UMKM Aby Culinary, yang dikenal dengan brand “Fish Miracle Trenggalek”, resmi bertransformasi menjadi Industri Kecil Menengah (IKM) Hijau setelah berhasil mengubah limbah pengolahan ikan menjadi produk bernilai ekonomis.

Keberhasilan ini merupakan buah sinergi antara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek yang juga Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, bersama Kementerian Perindustrian melalui Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Surabaya.

banner 325x300

Zero Waste: Dari Limbah Menjadi Rupiah
Berlokasi di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, Aby Culinary kini tidak lagi menyisakan limbah dari proses produksinya. Limbah tulang dan kulit ikan yang dulunya dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan berpotensi mencemari lingkungan, kini diolah menjadi pakan ternak.

“Dulu limbah seperti tulang dan kulit ikan dibuang dan menjadi sumber pencemaran. Sekarang tidak ada yang tersisa (zero waste). Semua bisa dimanfaatkan dan sudah ada pembelinya,” ujar Novita Hardini saat mengunjungi lokasi produksi pada Senin (17/11/2025).

Novita menekankan pentingnya keberlanjutan dalam dunia usaha. Menurutnya, IKM Hijau adalah masa depan ekonomi Indonesia. “Kalau kita hanya memikirkan nilai ekonomis tanpa mempertimbangkan dampak 20-50 tahun ke depan, kita tidak bisa disebut benar-benar kaya sebagai bangsa,” tegasnya.

Kepala BSPJI Surabaya, Ransi Pasae, menjelaskan bahwa pencapaian Aby Culinary merupakan bagian dari program “Dapati” milik Kementerian Perindustrian. Pihaknya memberikan pendampingan menyeluruh, termasuk bantuan alat pengolahan limbah yang mampu mengubah tulang ikan menjadi pasta atau bahan baku pakan ternak.

“Kami fokus pada penanganan limbah pengolahan ikan di Trenggalek. Limbah yang awalnya merugikan, kini memberi nilai tambah,” kata Ransi. Ia juga memuji semangat belajar pemilik Aby Culinary yang bahkan aktif melakukan riset melalui jurnal ilmiah untuk mengembangkan produknya.

Dibalik suksesnya Aby Culinary, ada sosok Utami dan suaminya yang memiliki latar belakang unik. Utami merupakan seorang guru, sementara suaminya adalah mantan koki kapal pesiar. Memulai usaha sejak 2017, mereka terus konsisten berinovasi hingga akhirnya mendapatkan pendampingan intensif.

“Ekonomi hijau itu bagaimana memanfaatkan limbah tanpa merusak lingkungan. Setelah bertemu Bunda Novita dan BSPJI, kami belajar mengelola limbah dengan benar,” ungkap Utami.

Ia juga berpesan kepada sesama pelaku UMKM agar tidak lelah berinovasi mengikuti perkembangan zaman. “Kebutuhan pasar selalu berubah, kita sebagai produsen harus terus mengikuti perkembangan,” pungkasnya.

Dengan status baru sebagai IKM Hijau, Aby Culinary diharapkan menjadi role model bagi UMKM lain di Trenggalek untuk menerapkan konsep produksi bersih yang ramah lingkungan namun tetap menguntungkan secara finansial.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *