banner 728x250

Resmi! Mas Ipin Lantik dr. Saeroni Sebagai Direktur Definitif RSUD dr. Soedomo

banner 120x600
banner 468x60

Trenggalek,Reportaseindonesia.net– Teka-teki pengisian jabatan pimpinan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedomo akhirnya terjawab. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin), resmi melantik dr. Saeroni sebagai Direktur definitif rumah sakit plat merah tersebut dalam sebuah prosesi pengambilan sumpah di Gedung Bawarasa, Rabu (1/4/2026).

Penunjukan dr. Saeroni tertuang dalam Keputusan Bupati Trenggalek Nomor 800.1.3.3/44/406.029/2026. Langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian besar-besaran terhadap Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

banner 325x300

Bupati Nur Arifin menegaskan bahwa pelantikan ini tidak dilakukan secara mendadak, melainkan melalui proses evaluasi performa yang ketat. Menurutnya, dr. Saeroni dianggap memiliki kapasitas yang tepat untuk memimpin RSUD dr. Soedomo di tengah perubahan nomenklatur beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Pelantikan ini dilakukan karena kita tahu banyak OPD dengan nomenklatur baru. Sebelum membuka lelang jabatan, kita evaluasi pejabat yang sudah duduk, apakah masih optimal atau lebih tepat ditempatkan di posisi lain,” jelas Mas Ipin.

Dengan dilantiknya direktur definitif, Pemkab Trenggalek berharap RSUD dr. Soedomo dapat melakukan akselerasi dalam peningkatan kualitas fasilitas kesehatan, terutama dalam mengoptimalkan aset agar mampu menyerap pendanaan baik dari APBD maupun APBN.

Selain melantik dr. Saeroni, dalam kesempatan yang sama Mas Ipin juga melantik delapan Pejabat Tinggi Pratama (JPT) lainnya serta Direktur Perumda Tirta Wening. Bupati berpesan agar seluruh pejabat baru, termasuk direktur rumah sakit, bekerja berdasarkan kualitas dan rekam jejak demi kepentingan masyarakat Trenggalek.

Dalam sambutannya, Mas Ipin juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap Undang-Undang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD). Ia menargetkan belanja pegawai tetap terjaga di angka maksimal 30 persen dengan cara mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita sudah buktikan PAD naik dari Rp260 miliar menjadi Rp353 miliar. Ini harus terus ditingkatkan agar proporsi belanja pembangunan untuk masyarakat tetap besar,” imbuhnya.

Pelantikan ini menandai babak baru bagi manajemen RSUD dr. Soedomo untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih prima dan profesional bagi warga Trenggalek. (Ag) 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *