Tulungagung, Jawa Timur Reportaseindonesia.net— Saat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) melanda sektor manufaktur nasional, termasuk industri hasil tembakau, sebuah kisah ketahanan muncul dari Kabupaten Tulungagung. PT. Dua Dewi, pabrik rokok lokal yang telah beroperasi selama puluhan tahun, berhasil membuktikan diri tetap kokoh dan bahkan terus tumbuh tanpa melakukan PHK massal terhadap pekerjanya.
Sejumlah laporan dari Kementerian Ketenagakerjaan mencatat puluhan ribu pekerja di seluruh Indonesia terkena PHK sepanjang tahun 2025, banyak di antaranya berasal dari industri padat karya. Industri rokok sendiri menghadapi tekanan berat akibat tingginya kenaikan cukai dan maraknya peredaran rokok ilegal, yang berdampak pada penurunan produksi dan efisiensi.
Namun, di tengah tantangan itu, PT. Dua Dewi memilih jalan berbeda. Perusahaan ini justru fokus pada inovasi dan penguatan fondasi internal. “Kami tidak akan pernah melupakan kontribusi para pekerja yang telah membangun perusahaan ini. Mereka adalah aset terbesar kami,” tegas Ibu Tutik, Direktur Utama PT. Dua Dewi.
Strategi Bertahan di Tengah Tekanan
Keputusan perusahaan untuk menghindari PHK tidak diambil tanpa alasan. Ibu Tutik menjelaskan bahwa PT. Dua Dewi mengandalkan tiga strategi utama:
Penguatan Pasar Tradisional: Alih-alih hanya mengandalkan pasar modern, perusahaan intensif memperkuat jaringan distribusi di pasar-pasar tradisional yang menjadi basis konsumen setianya.
Efisiensi Inovatif: Perusahaan melakukan modernisasi pada beberapa lini produksi untuk meningkatkan efisiensi, namun dilakukan secara bertahap dan tanpa mengurangi jumlah tenaga kerja, melainkan menggeser fokus mereka ke proses lain yang memerlukan sentuhan manual.
Diversifikasi Produk Rokok: Selain rokok jenis utama, perusahaan meluncurkan varian produk baru dengan harga yang lebih kompetitif untuk menarik segmen pasar yang lebih luas, sehingga volume produksi tetap terjaga.

Komitmen pada Kesejahteraan Pekerja
Langkah PT. Dua Dewi ini mendapat sambutan hangat dari para karyawannya. Ibu Rina, seorang pekerja di bagian pelintingan rokok, mengungkapkan rasa syukurnya.
”Saat dengar berita banyak pabrik rokok lain yang PHK, kami sempat khawatir. Tapi manajemen meyakinkan kami bahwa pekerjaan kami aman. Ini membuat kami semakin semangat bekerja,” kata Ibu Rina.
Kisah PT. Dua Dewi ini menjadi contoh nyata bahwa dengan komitmen kuat pada kesejahteraan pekerja dan strategi bisnis yang adaptif, sebuah perusahaan dapat menghadapi badai ekonomi tanpa mengorbankan sumber daya manusia andalannya. (ags)


















