Tulungaggung,Reportaseindonesia.net– DPRD Kabupaten Tulungagung menggelar Rapat Paripurna dengan agenda utama Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tulungagung Tahun Anggaran 2025 serta Pengumuman Perubahan Propemperda Tahun 2026. Acara yang berlangsung di ruang Graha Wicaksana, lantai dua kantor DPRD, pada Jumat (27/3/2026) ini terasa istimewa karena dirangkaikan dengan tradisi Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, S.Sos, serta dihadiri oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., Wakil Bupati Ahmad Baharudin, S.M., M.M., jajaran Sekda, Kepala OPD, Camat, dan anggota legislatif.
Dalam penyampaian LKPJ tersebut, Bupati Gatut Sunu memaparkan sejumlah prestasi gemilang yang diraih sepanjang tahun 2025. Salah satu poin utamanya adalah pertumbuhan ekonomi Tulungagung yang mencatatkan angka impresif sebesar 5,75%. Angka ini mencetak sejarah baru karena melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur yang berada di angka 5,33%.
“Ini adalah pencapaian bersejarah. Untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi kita mampu melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” ujar Bupati Gatut Sunu.
Selain itu, kemandirian fiskal daerah juga menguat dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp 902,3 miliar, atau setara dengan 114,33% dari target yang ditetapkan. Berbagai penghargaan nasional mulai dari Peringkat 7 Terbaik Nasional Penyelenggaraan Pemda hingga status Kabupaten Sangat Inovatif juga turut mewarnai laporan pertanggungjawaban tersebut.

Setelah pemaparan laporan administratif selesai, acara dilanjutkan dengan sesi Halal Bihalal. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat sinergi antara pihak eksekutif dan legislatif.
Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, menekankan pentingnya menjaga keharmonisan kerja demi kepentingan masyarakat. Menurutnya, Halal Bihalal adalah warisan budaya luhur yang mengedepankan nilai saling memaafkan dan tepo seliro.
“Mari kita jernihkan hati dan rekatkan kembali hubungan yang mungkin sempat renggang. Keikhlasan dalam meminta dan memberi maaf akan mempererat persaudaraan kita sebagai satu keluarga besar Pemerintah Kabupaten Tulungagung,” tutur Marsono dalam sambutannya.
Ia berharap melalui suasana Idul Fitri 1447 H ini, hubungan kerja antara legislatif dan eksekutif semakin harmonis. Dengan sinergitas yang kuat, pembangunan Kabupaten Tulungagung diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran di masa mendatang.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar jajaran pejabat dan anggota dewan yang hadir, mempertegas komitmen bersama untuk membangun Tulungagung ke arah yang lebih baik. (Rud)


















