TULUNGAGUNG – Reportaseindonesia.net– Suasana Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, tampak semarak pada Minggu (6/9/2026). Ratusan warga antusias menyaksikan karnaval kebudayaan yang digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan desa.
Selain menampilkan beragam kreativitas masyarakat, kegiatan tersebut juga diramaikan oleh sejumlah perangkat sound horeg milik komunitas dan pemuda setempat. Rombongan sound dengan berbagai bentuk dan ornamen menarik itu menyusuri sejumlah ruas jalan desa hingga menjadi perhatian masyarakat yang berada di sepanjang jalur karnaval.
Sejak rombongan mulai bergerak, warga terlihat memenuhi sisi jalan untuk melihat secara langsung peserta yang mengikuti pawai. Kehadiran perangkat audio berukuran besar dengan dekorasi dan tata lampu yang beragam menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Karnaval tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka. Para pemuda yang memiliki ketertarikan terhadap dunia audio turut berpartisipasi dengan membawa hasil kreativitas mereka dalam kegiatan yang berlangsung meriah tersebut.
Rute karnaval berakhir di sekitar perempatan Gedung Bulutangkis Desa Wates. Sepanjang perjalanan, peserta menunjukkan kekompakan dan semangat dalam mengikuti rangkaian acara.
Salah seorang warga Desa Wates, MR, mengungkapkan kegembiraannya dapat menyaksikan kegiatan tersebut secara langsung.
“Sangat menyenangkan dan menghibur. Saya takjub melihat kreativitas anak-anak muda kita bisa merakit seindah dan sehebat ini. Suasananya meriah namun tetap tenang, membuat kami warga merasa dekat satu sama lain. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahunnya.”
Menurut warga, kegiatan semacam itu memberikan suasana berbeda sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati hiburan bersama. Antusiasme yang ditunjukkan warga juga menjadi gambaran tingginya dukungan masyarakat terhadap kegiatan yang melibatkan generasi muda.
Kepala Desa Wates, Suyono, mengatakan kegiatan tersebut memiliki nilai lebih karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pemuda untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan bekerja sama.
“Kami melihat ini bukan sekadar pawai, melainkan bukti nyata bahwa pemuda desa memiliki potensi luar biasa yang dapat diarahkan untuk hal-hal positif dan produktif. Kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk bekerja sama, belajar berorganisasi, dan menjaga etika bermasyarakat di tengah kemajuan teknologi,” ujar Suyono.
Ia menambahkan, keterlibatan pemuda dalam kegiatan desa merupakan hal penting untuk menjaga semangat kebersamaan sekaligus membuka ruang bagi munculnya berbagai ide kreatif.
Menurut Suyono, kemeriahan sebuah perayaan tetap perlu dibarengi dengan kesadaran untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama. Karena itu, koordinasi antara panitia, peserta, aparat keamanan, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan karnaval.
Selama kegiatan berlangsung, suasana pawai berjalan dengan tertib dan lancar. Masyarakat dapat menikmati jalannya karnaval, sementara para peserta tetap mengikuti arahan panitia hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Karnaval kebudayaan Desa Wates tersebut akhirnya berakhir dengan aman. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai hiburan semata, tetapi dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi masyarakat dan generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, mempererat hubungan antarwarga, serta menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan desa.


















